OPTIMASI RENDAMAN BATANG POHON JATI (Tectona grandis) DALAM PEMERIKSAAN Soil Transmitted helmint

Yeti Eka Sispita Sari, Dita Artanti, Fathor rozi

Abstract


ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dengan kasus kecacingan tinggi. Kasus kecacingan ini disebabkan oleh infeksi cacing usus yang penularannya melalui tanah (Soil Transmitted helmint). Prevalensi di Indonesia terutama pada anak usia sekolah dasar sebesar 60%-80%.  Cacing yang menjadi penyebab utama infeksi adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang. Infeksi cacing ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, penyerapan serta metabolisme makanan sehingga protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan darah dapat hilang dalam jumlah yang banyak. Dampak terburuk adalah  menurunnya plasma insulin like growth factor, peningkatan kadar serum tumor necrosis factor a (TNF), dan konsentrasi hemoglobin rerata semakin menurun. Eosin 2% merupakan pewarna yang selama ini digunakan dalam pewarnaan telur cacing nematode usus. Batang pohon jati (Tectona grandis)  mengandung pigmen pewarna alami seperti beta karoten dan turunan antosianin yang mampu memberikan warna merah, biru, orange, atau keunguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan rendaman batang pohon jati (Tectona grandis) sebagai pewarna alami pengganti Eosin untuk mewarnai telur cacing usus ((Soil Transmitted helmint). Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan perlakuan batang pohon jati direndam selama 24 jam dalam alkohol 96% dan Eosin sebagai kontrol positif. Kemudian perlakuan digunakan untuk memeriksa feses yang diberi darah dan tanpa diberi darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pohon jati yang direndam selama 24 jam dapat dijadikan alternatif pengganti reagen Eosin 2% untuk mewarnai telur cacing pada kedua sampel pemeriksaan (feses yang diberi darah dan tanpa darah). Hal ini dapat disimpulkan bahwa rendaman batang pohon jati dapat digunakan sebagai pewarna alami telur cacing.


Full Text:

PDF

References


Astuty H, Mulyati, dan Winita. 2012. Upaya Pemberantasan Kecacingan di Sekolah Dasar. Makara, Jurnal Kesehatan, Vol.16, No. 2 hal:65-71. Jakarta: Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran,Universitas Indonesia.

Depkes. 2006. Diagnosa Infeksi Cacing Tambang. Media Litbang Kesehatan. 16 (4)

Gandahusada, S.W. Pribadi dan D.I Herry, 2000.“Parasitologi Kedokteran, “Jakarta: Fakultas Kedokteran UI

Haryanto.2018. Pemanfaatan Rendaman Kuncup Daun Jati (Tectona Grandis) Sebagai Alternatif Pengganti Zat Warna Safranin Atau Fuchsin Pada Pewarnaan Gram. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Hastuti, Asih. 2009. Efektivitas penggunaan ekstrak buah Breynia sp dan kuncup daun jati (Tectona grandis) sebagai alternatif pengganti lugol pada kegiatan praktikum pengamatan mikroskopis protozoa. (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta. (di akses tanggal 22 November 2019).

Herlina, N. Ati, Puji Rahayu dan Soenarto Notosoedarmo. 2006. Komposisi dan Kandungan Pigmen Pewarnaan Alami Kain Tenun di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timor. Salatiga : UKSW: Salatiga. Indo. J. Chem, 6(3), 325-331. (di akses tanggal 29 November 2019).

Kadarsan S, 2000. Binatang Parasit, “Parasitologi Medik I (Helmintologi): Pendekatan Aspek Identifikasi, Diagnosis dan Klinik,”Bogor: Biologi Nasional LIPI.

Oktari, A, dan Ahmad Mu’tamir. 2017. “Optimasi Air Perasan Buah Merah (Pandanus sp.) Pada Pemeriksaan Telur Cacing”. Jurnal Teknologi Laboratorium. Vol 6 No 1, pp.8-17.

Sari, Yeti Eka S. 2019. Rendaman Kuncup Daun Jati (Tectona grandis) Sebagai Alternatif Pewarna Eosin Pada Proses Histoteknik. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Umar, Z. 2008. Perilaku Cuci Tangan Sebelum Makan Dan Kecacingan Pada Murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatra Barat. Jurnal

Kesehatan Masyarakat Nasional vol.2 no.6 Juni 2008.




DOI: https://doi.org/10.36932/teklabmed.v1i1.30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.