PERBANDINGAN UJI METODE KONVENSIONAL DENGAN SENTRIFUGASI MENGGUNAKAN NAOH 4% DAN TANPA NAOH 4% TERHADAP PENEMUAN Mycobacterium Tuberculosis

Aldiana Astuti, Dian Nurmansyah, Windi Yulia Zahara, Dewi Ramadhani, Normaidah Normaidah

Abstract


Tuberkulosis paru adalah penyakit menular akut maupun kronis yang terutama menyerang paru, disebabkan oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) yang bersifat Gram positif (Mycobacterium tuberculosis). Selama ini pemeriksaan sputum secara mikroskopik dilakukan dengan metode langsung (konvensional), tetapi metode pemeriksaan secara langsung memiliki banyak kelemahan. Upaya untuk meningkatkan sensitivitas pemeriksaan mikroskopis BTA dapat dilakukan melalui pengolahan sputum dengan cara sentrifugasi, dimana proses sentrifugasi dapat mengendapkan bakteri yang terdapat dalam sputum, sehingga dapat meningkatkan jumlah kuman yang dapat ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan uji metode konvensional dengan sentrifugasi menggunakan NaOH 4% dan Tanpa NaOH 4% terhadap penemuan Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan rancangan penelitian secara Post-test only Control Group Design, sampel yang digunakan adalah sputum positif dengan jumlah pengulangan yaitu sepuluh kali pengulangan dengan tiga perlakuan berbeda yaitu konvensional, sentrifugasi dengan NaOH 4%, serta sentrifugasi tanpa NaOH 4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemeriksaan dengan menggunakan teknik sentrifugasi terbukti dapat meningkatkan jumlah penemuan bakteri Mycobacterium tuberculosis.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.